Welcome

Dear visitors,

Welcome to my website. Actually, this is not my first personal website but I would like to have this site as my official homepage from now onwards. I will use this website as a device to share my opinions, knowledges and other things to public. This website is intended to provide information about my interests and many other things that related to my daily life that may be fruitful to share.

God Jul

Sewaktu saya kecil, saya belajar mengenal Tuhan. Saya belajar bahwa Dia menyayangi manusia, sangat mencintai semua ciptaannya. Memang, dari kutipan-kutipan kitab suci yang saya pernah dengar, Tuhan kadangkala memberikan hukuman kepada kita, entah itu tulah, kutukan, bencana, atau apalah, sudah lama sekali saya tidak membaca atau mendengarkan kitab suci. Namun semua itu tidak pernah membuat saya berpikir bahwa Tuhan itu jahat dan menakutkan. Dalam proses mengenal Dia secara lebih dalam, saya belajar bahwa Dia ingin kita untuk juga mencintai Dirinya, dengan saling mencintai sesama, tidak menyakiti orang lain dan mau untuk berkorban bagi saudara-saudara yang membutuhkan kita, setiap pribadi tentu memiliki penafsiran sendiri tentang makna berkorban ini.

Selain itu saya juga belajar dari lingkungan bahwa semua agama itu sama pada dasarnya. Terlepas dari segala perbedaan didalam cara pendalaman dan ritual yang dilakukan pemeluknya, kita semua sama-sama rindu akan kehadiran Tuhan dalam diri kita. Keinginan untuk mengalami perasaan damai dan tenang, jauh dari perasaan bimbang dan khawatir karena ada Dia yang selalu dapat menjadi tempat kita bertumpu. Semua itulah yang menjadi motivasi semua manusia didalam menjalani agamanya. Mungkin saya salah, tapi itulah pemahaman saya tentang agama.

Dari semua ini, saya belajar bahwa agama mampu mendekatkan kita pada Tuhan. Tapi entah mengapa sejauh ini hanyalah kegundahan yang mengisi diri saya. Kegundahan yang muncul karena rasa kecewa, karena agama tidak lagi selalu membawa kita untuk mengenal Tuhan lebih dekat. Apa yang saya pelajari waktu kecil terasa tidak lagi seluruhnya benar, setidaknya itulah yang saya rasakan.

Selamat Natal

Prihatin dengan dibutuhkannya ribuan personil polisi untuk mengamankan perayaan Natal ini, juga kepada saudara-saudara yang tidak bisa merayakan Natal sesuai dengan harapan mereka. Semoga di tahun-tahun kedepannya, toleransi dan keharmonisan antar umat beragam tidak sesemu sekarang.

Kegundahan.Selimuti.Suasana.Natal.di.Banyak.Negara

Polemik Ujian Nasional yang Tak Kunjung Berakhir

Ujian Nasional masih menjadi isu hangat setiap tahunnya. Perdebatan mengenai UN ini akan tetap menjadi masalah yang tak berujung apabila sang pemegang kebijakan, dalam hal ini adalah Depdiknas, enggan untuk bersungguh-sungguh mencari solusi atas permasalahan standardisasi pendidikan nasional ini.

St. Kartono dalam sebuah tulisannya di media Kompas mengajukan beberapa poin yang harus diperhatikan Depdiknas sebelum memaksakan keinginannya untuk meneruskan standard evaluasi melalu UN.

Ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi sebelum pemerintah melaksanakan standardisasi penilaian yang masih mengundang polemik ini. St. Kartono mengungkapkan bahwa ada tujuh aspek standardisasi dalam pendidikan nasional yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum standardisasi evaluasi dapat dilakukan. Berikut adalah kutipan mengenai tujuh aspek standardisasi yang disebutkan oleh St. Kartono:

"Standar nasional pendidikan di negeri ini mensyaratkan adanya standar isi, proses, pendidik, sarana, pengelolaan, dan pembiayaan, sebelum akhirnya berbicara tentang standar penilaian (evaluasi) pendidikan."

Kiranya Pemerintah mau mengakui kegagalannya didalam memenuhi standarisasi ketujuh aspek tersebut dan bergerak cepat mengatasi masalah ini. Banyak PR yang harus diselesaikan oleh Depdiknas didalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus bangsa ini daripada berkeras kepala memaksakan standardisasi evaluasi yang mengundang polemik dan tidak pernah menyentuh inti masalah pendidikan nasional bangsa Indonesia.

Tulisan lengkap St. Kartono dapat dibaca di link berikut ini:

stop.ujian.nasional.perbaiki.sekolah.rusak-st.kartono.

Syndicate content