Polemik Ujian Nasional yang Tak Kunjung Berakhir

Ujian Nasional masih menjadi isu hangat setiap tahunnya. Perdebatan mengenai UN ini akan tetap menjadi masalah yang tak berujung apabila sang pemegang kebijakan, dalam hal ini adalah Depdiknas, enggan untuk bersungguh-sungguh mencari solusi atas permasalahan standardisasi pendidikan nasional ini.

St. Kartono dalam sebuah tulisannya di media Kompas mengajukan beberapa poin yang harus diperhatikan Depdiknas sebelum memaksakan keinginannya untuk meneruskan standard evaluasi melalu UN.

Ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi sebelum pemerintah melaksanakan standardisasi penilaian yang masih mengundang polemik ini. St. Kartono mengungkapkan bahwa ada tujuh aspek standardisasi dalam pendidikan nasional yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum standardisasi evaluasi dapat dilakukan. Berikut adalah kutipan mengenai tujuh aspek standardisasi yang disebutkan oleh St. Kartono:

"Standar nasional pendidikan di negeri ini mensyaratkan adanya standar isi, proses, pendidik, sarana, pengelolaan, dan pembiayaan, sebelum akhirnya berbicara tentang standar penilaian (evaluasi) pendidikan."

Kiranya Pemerintah mau mengakui kegagalannya didalam memenuhi standarisasi ketujuh aspek tersebut dan bergerak cepat mengatasi masalah ini. Banyak PR yang harus diselesaikan oleh Depdiknas didalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus bangsa ini daripada berkeras kepala memaksakan standardisasi evaluasi yang mengundang polemik dan tidak pernah menyentuh inti masalah pendidikan nasional bangsa Indonesia.

Tulisan lengkap St. Kartono dapat dibaca di link berikut ini:

stop.ujian.nasional.perbaiki.sekolah.rusak-st.kartono.